Senin

Kenikmatan Malam Pertama istriku merintih-rintih mengerang

Kenikmatan Malam Pertama  istriku merintih-rintih mengerang Uring-uringan istriku makin mencapai puncak karna saya tidak mampu menjemput istriku mengajar, karna jadual perkuliahan istriku mengajar mundur jadi istriku pulang seputar jam 1/2 sepuluh malam bahkan juga hingga jam sepuluh di mana perumahan yang kutempati sangatlah sepi. 


Ketika hati ke-2 saya dapat menjemput, saya lewat pintu dapur di samping tempat tinggal yang cukup rimbun. Baru pintu kubuka sedikit, kulihat istriku yang kenakan blouse merah serta rok klok hitam turun dari boncengan sepeda penjaga malam yang kukenal bernama Pak Deran, lelaki tua berusia 65 tahunan, tetapi masih tetap tegap itu. “Terima kasih, Pak Deran….!!! ” kata istriku perlahan “Aah, gak ayah, saya suka, kok tolongin, ibu….!!!!! , ” kata Pak Deran sembari cengar cengir serta tidak kunyana tangan kiri Pak Deran memegang tangan istriku serta mengarahkan ke selangkangan nya yang menyembul, tengah tangan kanan Pak Deran segera meremas remas payudara kanan istriku.

Kenikmatan Malam Pertama  istriku merintih-rintih mengerang



Akupun teringat omongan Pak Deran sementara awal-awal saya berteman. di mana Pak Deran sempat cerita kerapkali wanita yang telah bertemumi di desanya dibuatnya kelenger oleh batang kemaluan, serta nama Deran yaitu nama olok-oloknya kepanjangan dari Gedi sak Jaran, sebesar punyai kuda, serta Pak Deran tidak punyai rumah tetaplah jadi tidurnya berpindah-pindah dirumah rekan-rekan se desa nya yang berada di kotaku serta ia sempat juga cerita padaku, istri rekannya kerapkali dia setubuhi sementara suaminya tidur nyenyak. 


Besok malamnya saya bersembunyi sebagian mtr. sebelumnya jalan masuk perumahanku serta sebagian sementara lantas dari terlalu jauh kulihat Pak Deran tengah membonceng istriku dengan sepeda bututnya serta saya ambil tempat yang terlindung tetapi mampu menyaksikan dari dekat. Hatikupun berdegup kencang sementara kulihat istriku bergayut tempelkan payudara kanannya ke pinggang Pak Deran serta kakiku nyaris tidak mampu berdiri sementara kulihat ke-2 tangan istriku tengah mengocok serta mengelus-elus batang kemaluan Pak Deran yang sebesar batang kemaluan kuda itu jadi saya pernah menyaksikan jari-jari tangan istriku tidak mampu menggenggam batang kemaluan Pak Deran. 


Sebagian sementara Pak Deran serta istriku berlalu, saya sedikit lari biar saya hingga dirumah sebelumnya istriku serta Pak Deran s/d ambil jalan pintas, namun karna kurang hati-hati saya terjerumus serta kurasakan kakiku terkilir, jadi saya tidak mampu jalan cepat. Akupun berupaya jalan dengan menyeret kakiku, serta pada akhirnya dengan sulit payah saya hingga dirumah. Saya lewat pintu dapur serta kulihat sepeda Pak Deran berada di balik rerimbunan pintu samping. 


Dengan perlahan-lahan saya masuk serta menuju area tamu dengan hati-hati serta kudengar nada “croop croop” dari area tamu, akupun buka sedikit selambu yang tutup area tamu serta area tengah, matakupun seolah lepas dari tempatnya sementara kulihat istriku tengah berjongkok dimuka Pak Deran serta tengah mengulum batang kemaluan Pak Deran yang besar panjang serta berurat-urat sebesar cacing tanah jadi mulut istriku kesusahan mengukum batang kemaluannya yang sangat besar itu, sedang tangan kanan Pak Deran menyelinap di blouse kuning istriku tengah meremas-remas payudara kiri istriku serta tangan kanan Pak Deran membelaibelai rambut pendek istriku. 


Punggung kaki kanan Pak Deran tengah menggosok-ngosok selangkangan istriku yang duduk jongkok terkangkang serta diatas meja tamu kulihat BH tidak tebal krim serta celana dalam merah istriku tergeletak di dekat tas kerja istriku. 


“Oooooohhhhh. …eeuuunaak Bu Yatii?!!!!! ” kudengar Pak Deran mendesis, akupun betul-betul tidak kuat menyokong badanku dengan satu kaki menyaksikan istriku tengah “membayar” kebaikan Pak Deran untuk menjemputnya dari jalan raya, jadi akupun jatuh terpuruk serta buat istriku serta Pak Deran kaget. 


“Bu Yati, mungkin saja suami ibu..???? ” kudengar bisikan Pak Deran. Merekapun lari mendapatiku terpuruk. “Kenapa, mas? bertanya istriku. Saya tidak menjawab serta merekapun tahu kakiku terkilir karna celanaku berlepotan tanah. 


Pada akhirnya akupun dipijat oleh Pak Deran serta memanglah agak menyusut sakitnya. Akupun diminta Pak Deran beristirahat serta Pak Deran dapat kembali besok pagi. Pak Deran lantas berpamitan serta Kudengar istriku mendesis perlahan sebelumnya pintu depan ditutup. 


Sesudah pak Deran pergi, istriku menanyakanku darimana serta kujawab saya dapat menjemput nya barusan, tetapi ditengah jalan terjatuh. 


Keesokkan paginya Pak Deran datang serta memijitku sekali lagi serta paling akhir saya tidak jelas mengapa Pak Deran menusuk-nusuk batang kemaluanku dengan sarung kerisnya serta Pak Deran memberiku ramuan untuk diminumkan kepadaku oleh istriku. 


Pagi itu istriku memanfaatkan daster dari kaos yang agak ketat, daster ini kesukaanku karna memiliki resleting dimuka hingga ke perut serta saya tahu pagi itu istriku tidak kenakan BH karna ke-2 puting susu istriku yang besar menonjol dari daster kaos ketatnya serta istriku merias diri seperti dapat pergi kerja. 


Istriku serta Pak Deran keluar dari kamar, sembari menarik pintu kamar, walau demikian tidak tertutup rapat serta masih tetap sedikit terbuka, sesudah saya berpura-pura tidur jadi saya masih tetap mampu mendengar perbincangan mereka. “Sudah, Jeng Yati…..!!! ” terdengar kata Pak Deran mengatakan istriku “Jeng”. “Aku masih tetap takut, Pak ……!!!! ” bisik istriku “Ayo dicoba saja, Jeng Yati…..!!! , ” bisik sekali lagi Pak Deran. 


Kemudian Istriku masuk kamar kembali serta saya sedikit kaget sementara istriku mengelus elus batang kemaluanku serta saya pura-pura terbangun, sesaat batang kemaluanku segera bangun, lantas istriku melepas celana dalam nya. “Eeeeehhh… Diikkk, apa… Pak Deran telah pulang….? tanyaku “Sudah…!!! ” istriku menjawab singkat serta saat ini mengocok batang kemaluan ku, sembari naik keatas tempat tidur serta mengkangkangkan ke-2 kaki diatas badanku, sesaat selangkangannya mendekati batang kemaluanku dan….. “Crot crot crot” tidak tahan saya, air maniku lansung keluar sementara melekat bulu-bulu kemaluan istriku. “Aaaaahhhhhh. …. maaasssss. …..!!!! !, ” bisik istriku yang senantiasa mengocok batang kemaluan ku serta selang beberapa saat dapat berdiri sekali lagi serta untuk ke-2 kalinya airmaniku tersenbur kembali saat waktu melekat di bulu-bulu kemaluan istriku. “Mas kok, begini senantiasa. Telah berapakah bulan, mas. Saya telah pingin sekali, mas. Saya pingin penyaluran.. !! ” kata istriku sembari melap air maniku di bulu-bulu kemaluan nya. Kemudian Istriku keluar kamar serta kudengar bisikan Pak Deran “nanti malam…, yaaa. . , Jeng Yati…!!! ” 


Siangnya saya menahan sakit di batang kemaluan serta intinya di lubang kencingku sebelumnya istriku pergi mengajar, saya tidak menyebutkan pada istriku serta akupun terkulai serta tertidur sampai kudengar pintu depan terbuka sementara istriku pulang. “Pak Deran saya masih tetap takut, aahhhh…..! ! ” terdengar bisikan istriku “Ayo, cepat, Jeng Yati, …. ” nada memojokkan Pak Deran berbisik. 




Aku menutup wajahku berpura pura tidur saat istriku masuk kamar dan kulihat istriku merias diri dan melepas semua yang menempel tubuh sintal istriku tak terkecuali celana dalam dan BHnya pun tak lagi di tempatnya dan mengambil kaim panjang dan melilitkan ketubuh sintalnya sehingga lekuk tubuh istriku dimana kedua payudara dan kedua puting nya menonjol di bagian dada dan pantat bahenol nya. “Mas mas ..!!!” istriku membangunkanku. “Eeeh ? ada apa, dik….?” tanyaku “Eee ? aku eeee ?. Pak Deran mau mijit aku mas?!!!” kata istriku terbata-bata. “Lho, kamu sakit atau terjatuh…. ?? tanyaku. “Eehh enggak mas, ee katanya dia bisa mengurangi nafsuku ..!!!!” kata istriku mengagetkanku. Tapi lidahku kelu, tak dapat berbicara. “Maass kan tak bisa memuaskanku, sedangkan aku pingin sekali, Pak Deran bisa mengurangi nafsuku, mas, bolehkan…. ????” aku hanya diam dan diam, istriku pun menganggapku setuju.


“Paaakk…Pak Deran, ayoo…masuk siniii…, pak..!!!” istriku memanggil Pak Deran. Pak Deran yang mengenakan sarung membawa tas plastik itupun masuk kamarku. Kemudian istriku tidur tengkurap diatas tempat tidur disampingku dengan posisinya berlawanan denganku sehingga kaki istriku di dekat kepalaku dan Pak Deran duduk dipinggir ranjang, serta mulai memijat betis istriku, telapak kaki dan kemudian kedua tangan istriku. Kelihatan pijatan Pak Deran wajar-wajar saja, sampai akhirnya Pak Deran memijat tengkuk istriku dan kulihat mulutnya komat kamit seperti membaca sesuatu, kemudian Pak Deran meniup tengkuk istriku dan…..terdengar istriku mendesis “Eccch ?eeeeccchhhhh. …!!” 2 kali dan ke 3 kalinya istriku semakin mendesis. “Dibalik badannya, Jeng….!!!! !!” perintah Pak Deran pada istriku dan Pak Deran memijat kedua tangan istriku dan kemudian kaki istriku.


Pak Deran akhirnya memijit punggung dan telapak kaki istriku dan istriku semakin mendesis-desis dan tubuhnya mulai meregang. “Ini mulai, Jeng Yati,…!!!” kata Pak Deran semakin intensif memijit telapak kaki istriku dan istriku makin lama makin meregangkan kedua kakinya dan kedua lututnya semakin tertekuk. Begitu Pak Deran memijat kedua pergelangan kaki istriku, istriku langsung mengkangkangkan kedua kakinya sehingga terlihat olehku selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu-bulu lebat…. “Wuuh Jeng Yati sangat tinggi ini..!!!” kata Pak Deran dan tangan kanannya meraih tas plastiknya dan kuingat Mbah Muklis, dan Pak Deran membuka bungkusan yang berisi sarung keris sebesar batang kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua kaki istriku yang terkangkang tanpa sepengetahuan istriku.


Pak Deran berdiri dan mendudukkan istriku dan Pak Deran kemudian duduk bersila di belakang istriku, Pak Deran memijat tengku istriku kembali dan meniup niup tengkuk istriku dan kulihat kedua tangan istriku lunglai dan istriku mendesis desis sedangkan sarung keris itu merayap mendekato selangkangan istriku dimana istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya. Istriku semakin lunglai dan tubuh istriku rebah ke dada Pak Deran yang sudah mengkangkangkan kedua kaki di samping tubuh istriku “Paak apa ituuuu…paaakkkk? !!!!” istriku mendesis saat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menempel di selangkangannya dan pantat bahenolnya pun bergetar. “Paaak apaaa oooooooccccchhhhh ….paaakkkk ?!!!!!!!” istriku merintih panjang. “Biar nafsumu keluar, Jeng…..!!! !” kata Pak Deran dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa bergetar dan kudengar bunyi “kecepak di selangkangan istriku, sambil pantat bahenol bergetar.


Aku hanya bisa melotot melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa mulai menguak bibir vagina istriku dan membuat istriku mengkangkangkan kedua kaki nya lebih lebar-lebar lagi. “Paaaaak Deraaan ooooohhhhh.. ..kookkkk masuuuk?..paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu mulai menembus masuk liang vagina istriku. “Apanya yang masuk, Jeng …..???? tanya Pak Deran berpura pura. “Nggak tahu paaak..iiiii. ..oooooggggghhhh hhh…… paaakkkk. ….!!!!” istriku mendesis “Lho, masuk kemana…..? ” tanya lagi Pak Deran “EEEcccgggghhhhh. .. ke…keeee.. . amuuukuuuu?paaaakkkk ?!!!!” istriku merintih dan mulai menceracau menandakan nafsu nya sudah mulai naik. “Anu, apa Jeng Yati….? “OOcch anuu….kuuu. … paaaak,….! !!!” istriku merintih-rintih dan kedua tangan Pak Deran mulai turun ke kedua lengan istriku dan….. “Paaaak….jaaaa. …jaaangaannnn. ..paaaakkkkk. …aaaa.. ..aaaaaddaaa. .. ….ssuuuu.. suu….. uuuamikuuuu. .paaaakkkkkkk. ….!!!!! ” istriku mendesis panjang terputus-putus saat kedua tangan keriput Pak Deran mulai meremas-remas kedua payudaranya, “Anu apa, Jeng Yati…..? bisik Pak Deran di telinga kanan istriku dimana kepalanya terkulai dibahu kiri Pak Deran. Sementara itu, ujung tumpul sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu berputar menggetarkan pantat bahenol istriku dan “Toroookkuuuuuu paaaaak adaa yang….maaaaa. .. maaaasuuk toroookkuuuu? !!” istriku meracau dan “Hhhhuuuuuaaaaggggg hhhhhh… .aaaaaaaddduuuuu uhhhhh… …beee.. beeesaaa arrrrr…… aaaammmmmaaaatttttt ….paaaakkkkkk ?..!!!!” rintih istriku dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menembus makin dalam liang vagina nya. “Ayo….jeeengg. sambil… dilihat.. ..!!!!,” kata Pak Deran enteng sambil menyungkapkan kain panjang istriku hingga selangkangan istriku terlihat dan Pak Deran menundukkan kepala istriku yang lunglai ke selangkangan nya, yang mulai dijejali sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu. “Iiiiihhhhhhh. …aaaaappaaa iiiiniii…. paaaaaakkkkkk ?!!!!!” rintih istriku, kemudian… “Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt….paaaakkkkk? .ooooo hhhh…paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih saat dia melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu menembus masuk ke liang vaginanya dan kulihat bibir vagina istriku menggelembung seolah-olah ditiup, karena desakan sarung keris besar itu di dalam liang vagina nya sehingga dia semakin mengkangkangkan kedua kaki nya lebar-lebar.


Istriku mengerang-erang keras seirama dengan meluncur keluar masuknya sarung keris tersebut menembus liang vaginanya… “Nngngngaaaaaaaccch hhh ??beeezzaaaaaarrr hghghghghghhh ??!!!!!” sambil kepala nya lunglai bersandar di bahu kiri Pak Deran dan kedua tangan keriput Pak Deran menyusup ke kain panjang bagian atas istriku dan dengan gemasnya Pak Deran meremas-remas payudara istriku yang menggelinjang- gelinjang, sementara mulut istriku merintih-rintih, mengerang dan menggeram, dan bahkan badannya kemudian mengejan-ngejan dengan keras karena sarung keris besar tersebut mulai menghujam makin dalam keluar masuk di liang vagina nya.


Sementara itu, Pak Deran berhasil melepas ikatan kain panjang istriku dan terkuaklah kedua payudara montok istriku, lalu kedua tangan keriput Pak Deran mulai meremas remas lagi dengan ganas kedua payudara istriku dan jari-jari tangan Pak Deran memelintir sambil menarik-narik kedua puting susu istriku secara bergantian seolah Pak Deran sedang merempon sapi betina yang sudah waktunya mengeluarkan air susunya. “Paaaaaak ??oooooooohhhhh. …..paaaakkkk. ..!!!” rintih istriku saat mulut Pak Deran mencaplok payudara kanannya dan tak lama setelah itu bunyi “sreep sreep” terdengar menandakan air susu istriku telah keluar akibat jilatan lidah Pak Deran di puting susu kanan istriku. Pak Deran membentangkan tangan kanan istriku yang lunglai agar Pak Deran mudah mengempot payudara istriku dan kulihat istriku benar- benar menikmati perlakuan Pak Deran, penjaga malam itu, sementara pantat bahenolnya bergoyang, berputar maju mundur akibat sarung keris yang keluar masuk di liang vagina nya dan tubuhnya terus bergetar hebat, nafas istriku mendengus-dengus oleh perbuatan Pak Deran di payudara nya dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa yang menghujam keluar masuk semakin cepat di liang vagina istriku membuat ia mandi keringat dan….. “Paaaak…paaaaakkk k Deraaaaaan.. .aaaaa… .aaaaaakuuu. …..oooccccchhh hh…paaaaaak ….aaa aa….aaaakuuu nggaaaaaak taahaaaan ? aaaa…aaakuuuu. ..keee… .keeeluaaaar ?paaaaakkkkk. …..!!!! ” istriku mengerang keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dengan kuat ketika dia mengalami orgasme yang dasyaattt malam itu.


Rupanya sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa di liang vagina nya tak berhenti juga keluar masuk di liang vagina nya dan bahkan semakin cepat membuat nafas istriku semakin mendengus-dengus seperti kuda betina yang digenjot tuannya untuk berlari kencang, dimana pantat bahenol nya tersentak-sentak dan terangkat angkat tak karuan dan Pak Deran yang sudah menghabiskan air susu payudara kanan istriku, langsung mencaplok dan mengempot dan menyedot nyedot payudara kiri istriku sementara jari-jari tangan kanan Pak Deran tak henti-hentinya mremelintir sambil menarik-narik puting susu kanan istriku dan istrikupun mengangkat pinggulnya ke atas dannnn “Paaaaak…ooohhhhh ……… .aaaa…aaakuuuu u keluar lagiiiiiiiiii ??.paaakkkkk.. .. !!!!!” istriku mengerang mencapai orgasme keduanya. Pak Deran rupanya sudah tak sabar lagi dan dia menidurkan istriku yang sudah mengkangkangkan kedua kaki dan mulutnya komat kamit. Selanjutnya, sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu pun muncul dan keluar dari liang vagina istriku dan seolah mengerti perintah, sarung keris itu masuk ke tempatnya semula dan Pak Deran menutupkan sarungnya di kedua kaki istriku yang sudah kegatalan ingin disetubuhi Pak Deran, penjaga malam perumahanku dan “Hgggggggggghhhhhh ??..aaaaaaagggghhhhhh hh……! !!!!!” kudengar suara istriku menggeram saat kulihat pantat Pak Deran mulai turun naik diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar seolah punggung istriku digebuk keras. “ppppfffaaaak ?. amppffuuuuunnnn ?.beeezzzzzaaaaaarrr seeekaliiiiiii kontooolmuuu paaaaak ? hhhgggggggggghhhhhh h ?..rooobeeeeek naaatniiii liaaaangkuuuu paaaaaak hhhgggggggggghhhhhh ?.!!!!!” Kulihat kedua jari-jari tangan istriku yang lunglai itu mencengkeram lengan Pak Deran yang menopang tubuhnya saat menggenjot batang kemaluan nya ke liang vagina istriku dan entah karena kebesaran kedua kaki istriku terkangkang lebar, sehingga sarung Pak Deran pun tersingkap dan betapa kagetnya aku saat kulihat batang kemaluan Pak Deran sebesar kuda itu sudah separuh menjejali liang vagina istriku, dimana bibir vagina istriku seolah-olah ditiup menggelembung besar karena desakan batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran itu.


Pak Deran berhenti menghujamkan batang kemaluan sebesar kuda nya saat istriku melenguh keras dan pingsan. Aku mengira Pak Deran akan melepas batang kemaluannya yang sebesar kuda dari liang vagina istriku yang pingsan, tapi mulut Pak Deran komat kamit dan begitu wajah istriku ditiup oleh Pak Deran, istriku pun tersadar kembali dan Pak Deran menjejalkan kembali batang kemaluan sebesar kuda nya ke liang vagina istriku sehingga kudengar gemeletuk gigi istriku merasakan liang vagina seolah robek. Pak Deran kini mempermainkan kelentit istriku dan istriku mulai mengerang kembali mendapatkan kenikmatan hasrat seksualnya, sehingga bunyi “cek cek” lendir vagina istriku terdengar kembali menandakan nafsu istriku mulai naik dan suara lendir vagina istriku semakin keras dan seperti tak percaya kulihat batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran mulai masuk ke dalam liang vagina istriku perlahan namun pasti. “kontolmu besaaar ? kontolmu besaaar paaak eeeccch aku nggak pernaaaah merasakan uuummpppfff paaaakk akuuuu oooocccch paaaaaaakk engngngngngngngng ??.”istriku mengejan keras saat mencapai orgasme ketiganya malam itu dan hal itu memudahkan batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran semakin masuk ke liang vagina istriku yang berlendir karena orgasmenya sehingga tak kusangka batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran amblas keseluruhan ke liang vagina istriku dan Pak Deran menindih tubuh istriku


Kulihat kedua tangan Pak Deran meremas remas kedua payudara istriku kembali, mulutnya mengulum bibir merah istriku dan istriku meladeni kuluman Pak Deran dan kulihat lidah Pak Deran menyusup ke rongga mulut istriku dan menjilati dalam rongga istriku yang kian terangsang kembali dimana jari-jari tangan istriku meremas remas punggung Pak Deran dan Pak Deran mulai menggoyangkan pantatnya dan istriku mencengkeram punggung Pak Deran disertai nafas istriku mendengus- dengus dan tak lama kemudian pantat bahenol tersentak sentak mencapai orgasmenya ke empat. Malam itu, Pak Deran menyetubuhi istriku tanpa henti dan aku hanya dapat menghitung pantat bahenol istriku tersentak sentak lebih dari enam kali dan akhirnya Pak Deran menggenjot pantatnya naik turun semakin lama semakin cepat dan menghujam kan batang kemaluan sebesar kuda diserati erangan panjang dan bunyi “preet preeet”berulang ulang dari liang vagina istriku saat Pak Deran menumpahkan airmaninya di rahim istriku.


Keesokkan paginya Pak Deran baru pulang meninggalkan istriku yang hampir pingsan dan seharian istriku tak dapat turun dari tempat tidur karena liang vagina dan bibir vagina istriku membengkak.


Hari-hari berikutnya, istriku menolak dengan halus saat Pak Deran mengajak istriku bersetubuh dan sebagai gantinya sering kulihat istriku mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran dan istriku selalu berusaha menelan air mani Pak Deran saat Pak Deran ejakulasi di mulut istriku .


Rupanya istriku hampir tiap hari mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran dan bahkan sering kulihat dua kali sehari dan hal ini merontokkan kesehatan Pak Deran yang akhirnya jatuh sakit dan pulang ke desany

Related Posts

Kenikmatan Malam Pertama istriku merintih-rintih mengerang
4/ 5
Oleh

1 komentar:

Cewek Bisyar, cerita selingkuh dengan teman kantor, Toket tante, cerita cewek bispak, cerita sex dewasa, cerita sex dokter, cerita sex Tante, cerita setengah baya, cerita toket, ngentot basah.